Keunggulan Atamit 20/25 WP dalam Mengendalikan Thrips, Kutu Daun, dan Tungau

Daftar Isi :

Review Atamit 20/25 WP: Manfaat, Cara Kerja, Dosis, Bahan Aktif, Hama Sasaran, dan Keunggulannya di Lapangan

Atamit 20/25 WP adalah insektisida dan akarisida berbentuk tepung yang dapat disuspensikan, diformulasikan dengan kombinasi dua mekanisme kerja berbeda untuk memberikan pengendalian cepat dan tuntas terhadap hama pengisap serta tungau pada berbagai tanaman budidaya. Memiliki efek kontak dan lambung dengan daya proteksi yang stabil di lapangan.

BAHAN AKTIF ATAMIT 20/25 WP

IRAC 4A - Asetamiprid 20 %
IRAC 21A - Piridaben 25 %

MANFAAT ATAMIT 20/25 WP

Hama sasaran (Asetamiprid + Piridaben)
Kutu daun, kutu kebul, tungau, trips, wereng, lalat putih
Tanaman yang biasa diserang hama tersebut
Cabai, tomat, mentimun, melon, semangka, terong, kentang, jeruk, apel, teh, kapas

DOSIS ATAMIT 20/25 WP

HAMA & TANAMAN DOSIS INTERVAL
Kutu daun
  • Cabai
  • Tomat
  • Terong
  • Kentang
1 g/L 5 hari
Kutu kebul
  • Cabai
  • Tomat
  • Mentimun
  • Melon
1,5 g/L 7 hari
Tungau
  • Cabai
  • Jeruk
  • Apel
  • Teh
2 g/L 10 hari
Trips
  • Cabai
  • Bawang merah
  • Tomat
1 g/L 6 hari
Wereng
  • Padi
1,5 g/L 7 hari
Lalat putih
  • Tomat
  • Cabai
  • Kapas
2 g/L 7 hari
PERINGATAN!!!
  • Volume semprot 300-400L/Ha (atau menyesuaikan tingkat serangan penyakit).
  • Interval/jarak waktu penyemprotan menyesuaikan tingkat serangan penyakit.
  • Hentikan pemakaian jika serangan sudah berhenti.
  • Hentikan pemakaian jika terjadi stress (daun menguning) pada tanaman.

CARA KERJA ATAMIT 20/25 WP

Asetamiprid mengganggu sistem saraf serangga dengan bekerja pada reseptor nikotinik asetilkolin, sehingga impuls saraf terus aktif, serangga mengalami kelumpuhan, dan akhirnya mati. Sifat utama: sistemik.

Piridaben menghambat respirasi sel pada mitokondria hama, sehingga produksi energi terhenti, hama melemah, lalu mati. Sifat utama: kontak.

KEUNGGULAN ATAMIT 20/25 WP

1. Dua mode aksi: Mengendalikan hama pengisap dan tungau sekaligus dengan mekanisme kerja berbeda.
2. Kerja cepat: Memberikan efek knockdown pada hama sasaran setelah aplikasi.
3. Spektrum luas: Efektif terhadap berbagai serangga pengisap dan akarina penting.
4. Efek kontak dan lambung: Hama dapat dikendalikan melalui sentuhan maupun saat memakan jaringan tanaman.
5. Membantu manajemen resistensi: Kombinasi bahan aktif membantu menekan risiko kekebalan hama.

Sumber Gambar: https://advansia.co.id/atamit-20-25-wp/

Posting Komentar